Lipatan Waktu
Reno hanya ingin memotong jeda 12 frame di scene lari. Setelah export overnight, kalender di mejanya meloncat: ia kehilangan tujuh hari yang tidak pernah ia ingat.
Reno menemukan “lipatan” itu persis di antara dua keyframe: ruang di mana waktu produksi dan waktu fiksi bertaut. Setiap kali lipatan ditutup, ia kehilangan sedikit memori harian, diganti oleh in-between yang tidak pernah ia buat.
Ia memilih menyisakan satu jeda kosong di timeline — sebuah celah sengaja agar minggu yang hilang punya tempat untuk kembali, suatu hari nanti.